oleh: Teh Yun

Da’wah merupakan kewajiban syar’i (agama) dan ijtima’i (sosial ) yang mesti ditegakkan. Hal ini telah dtegaskan dalam Islam. Banyak ayat-ayat Al Qur’an dan sabda Nabi Muhammad Saw yang menjelaskan kewajiban berda’wah baik sebagai individual ataupun sebagai kewajiban kolektif.
Firman Allah yang mengisyaratkan kewajiban berda’wah yang ditujukan pada individu muslim antara lain :
“ Serulah ( manusia ) kepada jalan Robbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Robbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-NYA dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl: 125 ).
Sabda Rasulullah saw. :
“ Barangsiapa diantara kamu melihat suatu kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya.Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu , maka ubahlah dengan hatinya; itulah selemah-lemah iman. (HR. Muslim ).

Sedangkan firman Allah yang dinilai sebagai perintah da’wah yang harus dijalankan secara kolektif antara lain:
“ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung. “ ( QS. Ali Imran : 104 )
Da’wah yang kita lakukan adalah da’wah Rabbaniyah (menyeru kepada Allah ), karenanya seluruh aktifitas hanya ditujukan untuk mencari ridho Allah SWT. Da’wah yang dimaksud juga berarti da’wah qur’aniyah, yaitu da’wah yang senantiasa didasarkan pada manhaj Allah SWT yang digariskan dalam Al Qur’an. Ini berarti karena Al Qur’an adalah al Mubarak ( diberkahi ) maka siapa saja yang menjalankan da’wah Qur’aniyah akan mendapat berkah.

Da’wah Berkah
Karena da’wah kita adalah da’wah qur’aniyah yang bersumber dari Al Qur’an dan kita tahu al Qur’an adalah al Mubarak ( diberkahi ) dari berbagai sisi. Yaitu dari sisi yag menurunkan yaitu Allah Swt, yang membwa turun yaitu malaikat Jibril, dan juga yang menerima Al Qur’an yaitu Rasulullah saw. Seluruhnya Mubarak. Begitu juga dengan waktu turun dan tempat turunnya, al Mubarak. Jadi da’wah yang dijalankan dengan berminhaj pada Al Qur’an adalah da’wah yang berkah.

Keberkahan yang bagaimana yang akan kita dapat dengan da’wah yang hanya untuk mencari ridho Allah SWT semata ?
Pada dasarnya berkah atau barokah adalah ziyadatul khair
(bertambahnya kebaikan). Kebaikan yang akandapatkan baik di dunia maupun di akhirat.
a.Kebaikan di dunia
adalah bertambahnya materi, pendukung da’wah, dimudahkan segala urusan oleh Allah SWT , persis yang diisyaratkan terkait dengan ketaqwaan dan keimanan. Firman Allah :
“ Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya).(QS 7:96)

Keberkahan yang lain adalah berupa nama yang besar dan abadi sebagaimana kita lihat dalam sirah. Bangsa Arab yang sebelumnya tidak diperhitungkan kemudian menjelma menjadi bangsa yang memiliki kekuasaan yang luas dengan Islam. Begitu juga dengan para sahabat seperti Bilal, seorag budak yang akhirnya mendapat kedudukan mulia dalam Islam.

b.Kebaikan di akhirat,
sudah jelas apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya , yaitu tempat kembali yang paling baik, yaitu surga.
“ Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai – sungai di dalamya ……..” ( QS Al Baqarah: 25 ).

Wallahu’alam